agama asli duma riris

PenjualanDaring 24 jam | Layanan Pelanggan Pukul WIB. Sabtu, Ahad & Hari Besar Libur Ceritaaslinya, yang dianggap Babon-nya, dinisbahkan kepada Mpu Ciwamurti. Tetapi naskah-naskah kemudian dihubungkan kepada Ajisaka, yang konon menjadi murid Maulana Ngusman Ngali, seorang penyebar agama Islam. Pada tangan Sunan Bonang, Serat Dewa Ruci yang asli itu diterjemahkan dari Bahasa Kawi ke dalam bahasa Jawa Modern. AbdulMuthalib selain mempunyai anak yang bernama Abdullah (ayah nabi), anak-anak lainnya bernama: Hamzah, Abu Thalib dan Abbas. Abu Thalib memiliki anak yang bernama Ali, yang menikah dengan Fatimah, anak nabi. MEDIAJABODETABEK – It’s The Hard Knock Life merupakan soundtrack dari film Annie yang dirilis tahun 2014.. Lagu ini kerap dinyanyikan di drama musikal dan film, namun versi ini ada sedikit perubahan di liriknya seperti “No one cares for you a smidge, when you’re in an orphanage” menjadi “no one cares for you a bit, when you’re a foster kid”. . Aos 18 anos, atriz afirma que a conexão com Deus traz mais maturidade em diversas situaçõesNascida em família católica, Duda Reis, 18, chegou a estudar em colégio de freiras quando mais nova, mas foi de outra forma que a atriz começou a se relacionar mais intimamente com a religião. Tudo começou quando ela foi a uma igreja evangélica na Barra da Tijuca RJ ““Quando eu fui pela primeira vez na minha igreja, a Batista da Lagoinha, senti uma coisa que eu nunca havia experimentado antes e, desde então, eu nunca mais quis deixar isso”, conta ela à AnaMaria redes sociais, a influenciadora tem compartilhado com os fãs momentos de intimidade com Deus, como vídeos de seu batismo, em novembro de 2019. Há pouco mais de uma semana, Duda fez uma oração ao vivo na ferramenta Story do Instagram, classificado por ela como um passo muito especial em sua caminhada. “A minha intenção ao publicar esses conteúdos é levar uma palavra de conforto a eles [seguidores] porque Deus é isso. É conforto, é amor. Deus não é julgamento nem acusação. Todo mundo tem acesso a Ele e o que eu faço é a minha parte como filha. Ide e pregai o evangelho para todas as criaturas”, relembra Duda sobre uma passagem bíblica. Neste momento de pandemia, Reis afirma que a relação com Deus ajuda a ter mais sabedoria. “Você entende que nada passa do controle de Deus. Ele está no comando de tudo e que isso faz parte do plano de D’Ele. Você se sente reconfortado porque sabe que, quando as portas estão fechadas ou abertas, Deus vai estar do seu lado”, analisa a membro de uma igreja cristã, Duda conta que tem o hábito de orar todas as noites “Faço meu devocional e leio a Bíblia diariamente”. JAKARTA, - Penyanyi Judika bersama dengan Istri, Duma Riris Silalahi, telah membangun bahtera rumah tangga kurang lebih tujuh tahun. Mereka telah dikaruniai dua anak, Cleo Deora Boru Sihotang dan Judeo Volante Sihotang. Melalui kanal YouTube Judika Official, keduanya berbagi cerita tentang perjalanan cinta mereka, sejak pacaran hingga rumah tangganya yang dibangun sejak Berapa lama ngambek? Menjawab pertanyaan warganet, Judika membandingkan masa ngambek Duma Riris setelah menikah dengan ketika mereka masih berpacaran. Menurut Judika, dulu Duma pernah ngambek selama tiga hari karena suatu hal. Baca juga Cerita Judika Selama Social Distancing Hingga PSBB "Aku dulu pernah tunggu depan mess, waktu zaman Duma habis menang Puteri Indonesia 2007, kita pacaran, aku bikin salah. Terus aku BBM, aku telepon enggak diangkat-angkat. Terus aku sampai parkir mobil tiga hari," kata Judika "Ah lebay, Papa pulang pergi kali," sahut Duma sambil melirik Judika. Kesalahan yang lain, Duma mengaku bahkan pernah merajuk dengan Judika selama satu minggu lebih. Baca juga Duma Riris Ngambek, Begini Cara Judika Meminta Maaf "Aku tuh ngambek pas pacaran bisa sampai seminggu ya, Pah? Bisa seminggu, dua minggu," ungkap Duma. Setelah mereka berumah tangga, Duma tidak pernah merajuk lebih dari satu hari. 2. Restu orangtua Duma Perjalanan cinta Judika dan Duma Riris hingga akhirnya berumah tangga tidak mudah. Mereka terganjal restu orangtua Duma. Pada tiga tahun awal pacaran dengan Judika, Duma sengaja menutupi hubungan asmara dari keluarganya. Sebab, kata Duma, keluarga dan orangtuanya tidak merestui hubungan asmaranya dengan Judika. Baca juga Duma Riris Cerita Perjuangan Judika Dapat Restu Orangtuanya "Jadi tahun pertama, kedua dan ketiga itu masih memanas, jadi mereka orangtua Duma enggak mau tahu kalau aku berhubungan sama yang namanya Judika," kata Duma. "Setiap dengar namanya Judika itu kayak perang dingin, perang saudara, perang dunia ke tiga" sambung Duma sambil tertawa terhadap kenangan tersebut. Ketika sudah memasuki usia pacaran yang kelima tahun, Duma memberanikan diri untuk kembali memperkenalkan Judika ke juga Cerita Judika Saat Kerongkongan Berdarah dan Harus Istirahat Bernyanyi Duma mengungkapkan pada tahun tersebut ia dan Judika mendapatkan restu dari orangtua. "Lima tahun itu kita pacaran, dia lihat 'oh Judika tetap konsisten', yang kedua 'oh ternyata anakku dan Judika semakin sukses dikerjaan maupun dari segi kedewasaan'," kata Duma. 3. Tantangan berat Judika Judika mengatakan tantangan yang dihadapi Duma lebih besar karena orangtuanya yang menentang hubungan mereka. Sementara juri Indonesian Idol itu merasa siap membuktikan keseriusannya dengan Duma. Kesedihan Duma kerap membuat Judika merasa terpuruk. Salah satunya terjadi ketika Duma mendapat SMS dari ayahnya yang memintanya memilih orangtua atau Judika. Baca juga Cerita Judika Selama Social Distancing Hingga PSBB "Itu kan buat aku sebagai laki-laki sebenarnya aku mau fight, tapi kalau lihat tekanan ke dia aku tuh bingung. Karena dia nangis, ya itulah," kata Judika. Judika kemudian menuangkan kesedihannya lewat lagu ciptaannya, "Mama Papa Larang". "Dan lagu itu tercipta memang karena aku baru kena marah sama Papa lewat SMS, dia Judika lihat, dia buat lagu, jadilah 'Mama Papa Larang' dalam waktu dua jam," ungkap Duma. Baca juga Judika Bagikan Semangat dan Pikiran Positif Hadapi Pandemi Virus Corona 4. Sering ditinggal Judika main bola Kini mereka telah membina rumah tangga yang bahagia. Namun ada satu curhat Duma Riris tenang hobi Judika. Dia kerap ditinggal bermain sepak bola. "Aku biasanya nomor kedua dari bola," kata Duma. Duma mengatakan, Judika kerap kali bekerja di luar kota pada Sabtu dan Minggu, kemudian Senin malam dia menjadi juri Indonesian idol. Baca juga Duma Riris Curhat Sering Dinomorduakan oleh Judika, Mengapa? "Kan kadang kamu Sabtu dan Minggu kerja, Senin main bola. Kamu Selasa siang baru bangun, baru ketemu begitu lho," kata Duma menjelaskan kepada Judika. Duma mengakui kegemaran sang suami bermain bola sejak tahun pertama mereka kenal. Lebih dari itu, kata Duma, aktivitas yang dilakukan sang suami merupakan suatu hal yang positif. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bagi Duma Riris, pendidikan agama yang diperkenalkan ke anak-anak bisa menjadi investasi jangka panjangAgama tentu menjadi pondasi utama yang perlu diperkenalkan keluarga kepada anak sejak usia dini. Pengenalan agama yang baik tentu akan membantu mengembangkan karakter anak serta semakin dekat dengan sang Pencipta. Sebagai mama dua orang anak, Duma Riris juga sudah memperkenalkan serta memberikan pendidikan agama sedari kecil untuk Cleo 6 dan Judeo 4. Bersama dengan Judika, ia memiliki cara tersendiri agar kedua anaknya mempunyai kedekatan dengan sang Pencipta dan memahami agama yang dianut. "Menurut saya pribadi sebagai orangtua, memperkenalkan agama ke anak itu merupakan sebuah investasi panjang panjang. Agama akan menjadi landasan atau pedoman hidup untuk anak-anak, sehingga mereka bisa menghadapi kehidupan yang sebenarnya nanti," ucap Duma Riris ketika diwawancarai eksklusif pada Jumat 4/12/2020. Bagi Duma, ketika nilai-nilai agama sudah tersampaikan dengan baik ke anak tentu akan membantu membentuk karakter mereka ke arah yang lebih positif. Jika Mama ingin mengetahui cara Duma Riris dan Judika mengajarkan kedua anaknya pembelajaran mengenai agama, kali ini telah merangkumnya secara eksklusif. Simak wawancara eksklusif bersama Duma Riris sebagai Millennial Mama Of The Month Desember 2020 yuk, Ma! 1. Duma Riris mengajarkan kedua anaknya untuk selalu mendoakan orang Andrew Disclaimer Photoshoot dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku Sejak kecil, Cleo dan Judeo sudah diperkenalkan bahwa ada banyak keanekaragaman agama. Setiap agama pun mempunyai nilai-nilai baik dan selalu menyebarkan cinta kasih. "Cleo dan Judeo itu masih anak-anak, jadi mengenalkan agama ke mereka masih yang dasar belum terlalu ribet. Selain mengenalkan untuk selalu doa setiap mau makan, saya dan Judika juga menerapkan doa sebelum tidur secara konsisten," ucap Duma. Doa setiap malam hari terus diterapkan oleh Duma ke anak-anaknya, sehingga menjadi kebiasaan positif yang ditanamkan sejak kecil. "Setiap jam 10 malam, saya dan suami mengajak anak-anak berdoa untuk mendoakan semua orang. Cleo dan Judeo di momen tersebut bisa mendoakan siapa saja mulai dari keluarga, asisten rumah tangga bahkan supir. Pesannya di sini biar mereka bisa mendoakan hal-hal yang baik kepada siapa saja," jelasnya. Duma pun menceritakan momen unik, ketika anak-anaknya main ke rumah Anang Hermansyah untuk bertemu Arsy. Dari pertemuan pertama tersebut, Duma terkejut karena kedua anaknya mendoakan Arsy ketika momen jam doa malam. "Jadi di momen jam doa malam itu, anak-anak mendoakan agar Arsy agar tetap sehat dan bisa menjadi teman karena mereka pun memang baru pertama kali bertemu," jelas mama dua anak ini. Cara Duma mendidik kedua anaknya ini bisa menjadi referensi tersendiri, termasuk ketika mendoakan hal-hal baik untuk orang lain. Kebiasaan positif yang dijalani secara konsisten setiap harinya dapat menjadi bekal tersendiri di dalam hidup anak. Editors' Picks2. Rutin melakukan ibadah kecil selama pandemi Andrew Disclaimer Photoshoot dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku Terkait dengan pengenalan agama, Duma Riris dan Judika sudah membiasakan anak-anaknya untuk menjalani ibadah bersama. Jika sebelumnya kedua anak-anak mereka pergi ke gereja untuk beribadah setiap minggu, namun saat pandemi Covid-19 diharuskan untuk melakukan ibadah kecil di rumah secara virtual. Cleo dan Judeo yang sudah paham tentang virus corona pun mengerti kalau ibadah setiap minggu di tahun ini harus dijalani secara virtual."Ibadah online untuk anak-anak yang sekarang sudah dilengkapi dengan cerita animasi. Jadi Cleo dan Judeo tidak mengikuti ibadah online bersama orang dewasa, namun ada sesi tersendiri," ucap Duma. Ketika diwawancarai secara eksklusif, Duma mengatakan bahwa ibadah online yang dijalani oleh kedua anaknya lebih ke arah animasi dan cerita-cerita Alkitab. "Ibadah online setiap minggunya, mereka akan menonton beragam animasi yang memiliki pesan-pesan pembelajaran tersendiri," jelasnya. Menurut Duma, ibadah online versi anak-anak ini membantu karena tidak membuat Cleo dan Judeo menjadi mudah Duma Riris dan Judika memberikan fasilitas penunjang, sehingga kedua anaknya semakin dekat dengan sang Andrew Disclaimer Photoshoot dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku Sebagai orangtua yang berperan memberikan bimbingan untuk kedua anak-anaknya, Duma Riris dan Judika menyediakan fasilitas penunjang agar mereka lebih mengenal sang Pencipta. "Cleo dan Judeo sebenarnya memiliki buku cerita Alkitab yang versi anak-anak, sehingga kalau dibuka membuat mereka lebih tertarik karena berisikan banyak gambar. Apalagi banyaknya gambar di dalam versi Alkitab ini membuat isinya tidak berat ketika dibaca oleh anak-anak," jelas Duma. Dari ketertarikan kedua anak Duma ketika membaca Alkitab versi bergambar menjadi peluang tersendiri untuk memperkenalkan agama sejak sedini mungkin. Ketika memiliki waktu luang bersama anak-anak, Duma pun membacakan berbagai kisah untuk Cleo dan Judeo. Cara Duma dan Judika ini bisa ditiru karena dapat meningkatkan daya tarik anak-anak, sehingga bisa menemukan celah untuk memperkenalkan agama sejak Doa Bapa Kami seringkali diucapkan sebagai penutup ketika sedang berdoa Andrew Disclaimer Photoshoot dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku Bapa kami yang ada di dalam surga, Dimuliakanlah nama-Mu, Datanglah kerajaan-Mu, Jadilah kehendak-Mu, Di atas bumi seperti di dalam surga, Berilah kami rejeki pada hari ini, Dan ampunilah kesalahan kami, Seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.Sebab Engkaulah Raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya. Amin.Doa Bapa Kami ini sudah mulai diperkenalkan oleh Duma Riris kepada anak-anaknya sebagai penutup setiap kali sedang berdoa. "Kalau Cleo sudah mulai hafal doa Bapa Kami yang ada di surga. Ini terlatih dari hari ke hari karena kalau doa penutup sering ada doa Bapa Kami," jelas Duma Riris. Ketika diwawancara oleh Duma mengatakan bahwa Cleo sudah lancar dan hafal doa Bapa Kami. Sementara itu, kalau Judeo masih belum terlalu fasih dan hafal hanya di bagian setiap ujung kalimatnya saja. Perlu Mama ketahui bahwa Doa Bapa Kami memiliki tiga hal utama yang bisa diajarkan kepada anak-anak sejak dini, antara lain Penyembahan kepada Bapa di surga. Permohonan kepada Bapa di surga. Penyerahan diri kepada Bapa di doa tersebut dapat mengajarkan teladan tersendiri, anak-anak pun bisa berkomunikasi kepada sang Duma Riris memiliki tips tersendiri ketika memperkenalkan agama kepada anak-anaknya Andrew Disclaimer Photoshoot dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku Setiap orangtua tentu memiliki strategi masing-masing ketika ingin memperkenalkan agama kepada kedua anaknya, begitu juga dengan apa yang dijalani oleh Duma Riris dan Judika. Kepada pembaca Duma Riris memberikan tips tersendiri berdasarkan pengalamannya ketika mulai memberikan pemahaman mengenai agama kepada Cleo dan Judeo. "Kalau saya dan Judika sederhana sekali untuk mulai memperkenalkan agama ke anak-anak, dimulai dengan memberikan contoh kepada mereka. Anak lebih mudah meniru, jadi orangtua sebisa mungkin untuk memberikan contoh nyata. Dengan cara seperti ini, anak kecil akan lebih mengerti," jelas Duma. "Cobalah berikan contoh dimulai dengan berdoa di berbagai momen, saat lagi makan atau tidur. Ketika anak-anak melihat ini, mereka akan mengikuti dan menjadi sebuah kebiasaan positif," lanjutnya. Menurut Duma, anak-anak yang masih kecil sebenarnya tidak dijelaskan terlalu panjang terkait sedang memperkenalkan agama kepada mereka. Memberikan contoh bisa menjadi cara terbaik agar anak pelan-pelan belajar memahami sambil diajak untuk berdiskusi. Mengajak kedua anaknya untuk pergi ke rumah ibadah juga menjadi momen yang tepat untuk memperkenalkan agama. Walau di tengah pandemi Covid-19 seluruh aktivitas keagamaan dibatasi untuk kesehatan bersama, Duma tetap menyediakan sedikit waktu Cleo dan Judeo untuk mengikuti ibadah online. "Orangtua juga bisa memperkenalkan agama ke anak mereka melalui cerita, buku atau video animasi. Hanya saja kalau saya pribadi memilih untuk memberikan contoh di depan anak-anak, sehingga Cleo dan Judeo bisa meniru kebiasaan positif tersebut," ucap mama dua anak ini. Itulah beberapa cerita menarik dari Duma Riris yang sudah mulai memperkenalkan agama dan mengajarkan anak-anaknya untuk mendoakan orang lain sedari kecil. Semoga cerita dari Duma Riris ini bisa memberikan inspirasi tersendiri untuk keluarga lain ya, Ma. MillennialMama of the Month Edisi Desember 2020 – Duma RirisProduction - Editor in Chief - Sandra Ratnasari Editor - Onic Metheany Fashion Stylist – Onic Metheany, Putri Syifa Nurfadilah Reporter – Putri Syifa Nurfadilah, FX Dimas Prasetyo Social Media - Irma Erdiyanti Photographer - Michael Andrew Videographer - Moch Reza Fahmi Art Designer – Aristika Medinasari Makeup & Hair Do – Linda Kusumadewi Duma's wardrobe - Jolie Clothing & Cottonink Duma's Earing and necklace set look 1 - La Komple Duma's Earing look 2 & 3 - Serayu Cleo and Judeo's wardrobe - Gingersnap Baca juga Millennial Mama of the Month Edisi Desember 2020 Duma RirisGemas! Anak Glenn Alinskie dan Chelsea Olivia Hafal Doa Bapa KamiEksklusif Mulai Memperkenalkan Pendidikan Agama, Ditto Percussion Tak Mau Memaksakan SekalaMillennialMama of the Month Anda mungkin pernah mendengar nama Duma Riris Silalahi. Ia adalah wakil dari Sumatera Utara dalam ajang Puteri Indonesia 2007. Pada ajang ini, wanita yang akrab dipanggil Duma ini menyabet gelar Runner Up 1 Putri Indonesia 2007. Wanita kelahiran Balige, 20 September 1983 tersebut adalah anak ketiga dari enam bersaudara, dan menjadi anak tengah ternyata memiliki derita tersendiri baginya. “Anak tengah itu biasanya tidak diperhatikan,” tutur Duma kepada Solusi Life. “Mungkin yang paling diperhatikan itu anak pertama atau akhir. Tapi ngga bisa disalahin juga, karena kita enam bersaudara, jadi mungkin mereka ngga bisa ngebagi kasih sayang mereka sama. Walaupun kalau ditanya mereka akan menjawab, “Sama kok, kita sayang Cuman yang aku rasain itu sebagai anak tengah kurang diperhatikan. Sampai belajar membaca saja, mama atau papa ngga pernah ngajarin, tapi bisa sendiri. Positifnya aku jadi anak yang mandiri. Kalau adik aku harus diajarin, aku mengerjakan PR sesusah apapun, kalau aku masih bisa sendiri, aku ngga akan minta Selain kurang diperhatikan, yang lebih menyakitkan lagi bagi Duma, ia merasa dibedakan dari kakak-kakaknya. “Kadang dibedain dengan kakakku yang paling besar, Mungkin dia dibelikan dua baju, aku cuma satu. Atau aku turunan dari dia, misalnya dia udah gede, terus bajunya dikasih ke aku. Dia dibelikan yang baru. Yang kayak gitu, sebagai anak kecil akan kritis. Pada saat itu aku berpikir, “Kok mama-papa kaya gitu sih? Aku dikasih yang sisa-sisa… Kenapa sih aku ngga diperhatiin? Kenapa sih kalau pembagian sesuatu aku selalu yang paling sedikit..?” Hal itu menimbulkan dendam aja sama orang tua aku. Benci banget, sampe itu yang diinget terus sama aku. Kadang-kadang aku nangis diem-diem, walaupun sebenernya aku masih sayang sama Rasa sakit hati ini dirasakan Duma sejak ia masih kecil hingga bertumbuh remaja. Tapi suatu hari, saat Duma duduk di bangku SMA langkahnya menuntun dirinya kepada sebuah perubahan hidup. “Saat itu aku SMA dan ketemu dengan sebuah persekutuan. Aku minta ijin sama orangtua kalau aku mau ikutan disitu. Waktu itu kebaktiannya setiap hari Jumat. Saat itu aku suka dengan ayat yang berbunyi, “Serahkanlah segala kekuatiranmu, sebab Dia yang memelihara Setiap kali aku kuatir tidak dikasih yang sepantasnya, aku cuma mikir kalau aku punya Tuhan. Di SMA ini aku bisa benar-benar ngga dendam lagi. Aku juga benar-benar minta maaf sama Tuhan. Begitu aku mulai hidup baru aku, aku sudah ngga dendam lagi. Benar-benar ajaib, aku ngga benci lagi tapi malah sayang. Dari biasanya aku nuntut, “Bajunya beliin juga dong..!” Hati aku jadi lapang gitu, “Udah, ngga apa-apa sama kakak Itu ngga pura-pura, tapi benar-benar datang dari Apa sebenarnya yang menjadi dasar perubahan sikap hati Duma ini? Disitu persekutuan aku benar-benar ngerti kalau orang Kristen itu harus menerima Yesus secara pribadi. Kalau dulu aku Kristen, ya Kristen.. Dan aku ngga tahu Kristen itu apa sih sebenarnya. Untuk masuk sorga itu sebenarnya harus gimana sih? Itu ngga pernah diajarin. Disitu persekutuan aku bertumbuh. Aku jadi orang yang lebih baik. Pribadinya juga lebih baik, sehingga bisa mengampuni dan hidupku jadi lebih bahagia serta lebih bersyukur,” demikian Duma menutup kesaksiannya. bbs/jpnn/net Anda mungkin pernah mendengar nama Duma Riris Silalahi. Ia adalah wakil dari Sumatera Utara dalam ajang Puteri Indonesia 2007. Pada ajang ini, wanita yang akrab dipanggil Duma ini menyabet gelar Runner Up 1 Putri Indonesia 2007. Wanita kelahiran Balige, 20 September 1983 tersebut adalah anak ketiga dari enam bersaudara, dan menjadi anak tengah ternyata memiliki derita tersendiri baginya. “Anak tengah itu biasanya tidak diperhatikan,” tutur Duma kepada Solusi Life. “Mungkin yang paling diperhatikan itu anak pertama atau akhir. Tapi ngga bisa disalahin juga, karena kita enam bersaudara, jadi mungkin mereka ngga bisa ngebagi kasih sayang mereka sama. Walaupun kalau ditanya mereka akan menjawab, “Sama kok, kita sayang Cuman yang aku rasain itu sebagai anak tengah kurang diperhatikan. Sampai belajar membaca saja, mama atau papa ngga pernah ngajarin, tapi bisa sendiri. Positifnya aku jadi anak yang mandiri. Kalau adik aku harus diajarin, aku mengerjakan PR sesusah apapun, kalau aku masih bisa sendiri, aku ngga akan minta Selain kurang diperhatikan, yang lebih menyakitkan lagi bagi Duma, ia merasa dibedakan dari kakak-kakaknya. “Kadang dibedain dengan kakakku yang paling besar, Mungkin dia dibelikan dua baju, aku cuma satu. Atau aku turunan dari dia, misalnya dia udah gede, terus bajunya dikasih ke aku. Dia dibelikan yang baru. Yang kayak gitu, sebagai anak kecil akan kritis. Pada saat itu aku berpikir, “Kok mama-papa kaya gitu sih? Aku dikasih yang sisa-sisa… Kenapa sih aku ngga diperhatiin? Kenapa sih kalau pembagian sesuatu aku selalu yang paling sedikit..?” Hal itu menimbulkan dendam aja sama orang tua aku. Benci banget, sampe itu yang diinget terus sama aku. Kadang-kadang aku nangis diem-diem, walaupun sebenernya aku masih sayang sama Rasa sakit hati ini dirasakan Duma sejak ia masih kecil hingga bertumbuh remaja. Tapi suatu hari, saat Duma duduk di bangku SMA langkahnya menuntun dirinya kepada sebuah perubahan hidup. “Saat itu aku SMA dan ketemu dengan sebuah persekutuan. Aku minta ijin sama orangtua kalau aku mau ikutan disitu. Waktu itu kebaktiannya setiap hari Jumat. Saat itu aku suka dengan ayat yang berbunyi, “Serahkanlah segala kekuatiranmu, sebab Dia yang memelihara Setiap kali aku kuatir tidak dikasih yang sepantasnya, aku cuma mikir kalau aku punya Tuhan. Di SMA ini aku bisa benar-benar ngga dendam lagi. Aku juga benar-benar minta maaf sama Tuhan. Begitu aku mulai hidup baru aku, aku sudah ngga dendam lagi. Benar-benar ajaib, aku ngga benci lagi tapi malah sayang. Dari biasanya aku nuntut, “Bajunya beliin juga dong..!” Hati aku jadi lapang gitu, “Udah, ngga apa-apa sama kakak Itu ngga pura-pura, tapi benar-benar datang dari Apa sebenarnya yang menjadi dasar perubahan sikap hati Duma ini? Disitu persekutuan aku benar-benar ngerti kalau orang Kristen itu harus menerima Yesus secara pribadi. Kalau dulu aku Kristen, ya Kristen.. Dan aku ngga tahu Kristen itu apa sih sebenarnya. Untuk masuk sorga itu sebenarnya harus gimana sih? Itu ngga pernah diajarin. Disitu persekutuan aku bertumbuh. Aku jadi orang yang lebih baik. Pribadinya juga lebih baik, sehingga bisa mengampuni dan hidupku jadi lebih bahagia serta lebih bersyukur,” demikian Duma menutup kesaksiannya. bbs/jpnn/net Artikel Terkait